Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Blogging. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Mei 2011

mengambil langkah-langkah perbaikan

Kasus yang menimpa Citibank terkait kasus dugaan pembobolan dana oleh karyawannya, Malinda Dee, dan kematian Irzen Octa, membuat Bank Indonesia (BI) mengambil langkah-langkah perbaikan agar tak terulang lagi.

Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengawasan Perbankan, Halim Alamsyah, terdapat tiga aspek yang menjadi perhatian BI untuk perbaikan kinerja perbankan.

Pertama, perbaikan pada pengawasan internal yang terkait operasional perbankan. "Ini akan menjadi fokus kami ke depan," kata Halim saat jumpa pers di gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat 6 Mei 2011.

Kedua, BI meminta seluruh bank sesegera mungkin melakukan perbaikan-perbaikan internal. "Kami meminta semua bank melakukan perbaikan sebelum kami menemukan temuan-temuan seperti di Citibank," ujarnya.

Ketiga, BI akan meninjau kembali aturan-aturan yang telah ada, dan melakukan perbaikan untuk meminimalisasi potensi penyelewengan. "Antara lain aturan kartu kredit, perlindungan nasabah, termasuk aturan mengenai jasa pelayanan yang sifatnya premium," ujarnya. Demikian catatan online anabp86 tentang mengambil langkah-langkah perbaikan.
READ MORE ~>> mengambil langkah-langkah perbaikan

penggunaan mata uang lokal

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN mendorong penggunaan mata uang lokal dalam perdagangan antarnegara ASEAN dan juga ASEAN plus 3 (China, Jepang, dan Korea).

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengungkapkan, dalam pertemuan KKT ASEAN kali ini, di tingkat level pelaksana lebih banyak membicarakan bagaimana mendorong volume perdagangan dan investasi negara-negara ASEAN.

"Dari sisi perdagangan nantinya direncanakan menggunakan mata uang lokal," kata Agus di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat 6 Mei 2011. "Selama ini, perdagangan antarnegara ASEAN masih menggunakan mata uang pihak ketiga, yaitu dolar AS."

Agus menambahkan, dalam pertemuan ASEAN, bank-bank sentral di antara negara-negara ASEAN Plus 3 nantinya akan mempelajari kemungkinan penggunaan fasilitas perjanjian tukar menukar mata uang (swap agreement currency).

"Jadi, misalnya perdagangan Jepang dengan Indonesia, Indonesia dengan China, Indonesia dengan Korea, itu idealnya bank sentral di antara negara ini saling berhubungan dan mempelajari kemungkinan penggunaan mata uang lokal," kata Agus.

Penerapan kebijakan ini juga belum dapat diterapkan dengan segera. Saat ini, masih dalam tahap diskusi. Ini merupakan suatu terobosan yang baik dan perlu ditindak lanjuti. Karena perdagangan dua negara jika menggunakan mata uang ketiga akan lebih berisiko. Demikian catatan online anabp86 tentang penggunaan mata uang lokal.
READ MORE ~>> penggunaan mata uang lokal

Kamis, 28 April 2011

Anggapan pemerintah Thailand

Anggapan pemerintah Thailand tidak menginginkan peran serta Indonesia dalam penyelesaian masalah dengan Kamboja tidak benar. Indonesia sebagai ketua ASEAN malah justru diharapkan kontribusinya dalam menciptakan perdamaian antara kedua negara.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Thailand, Kasit Piromya, pada pertemuan dengan Menlu Indonesia, Marty Natalegawa, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis, 28 April 2011. Natalegawa mengatakan bahwa Kasit telah menyatakan komitmennya untuk tetap menyertakan Indonesia dalam proses perundingan.

"Thailand sangat mengharapkan peran serta Indonesia dan ASEAN untuk memfasilitasi perundingan kedua negara," ujar Natalegawa.

Sebelumnya, perundingan terutama masalah pengiriman tim peninjau dari Indonesia ke perbatasan sempat molor karena pihak Thailand tidak menyepakati beberapa bagian dalam Term of Reference (TOR) yang diajukan ASEAN.

Beberapa pihak di Thailand juga bersikeras tidak ingin menyertakan Indonesia sebagai pihak ketiga dalam perundingan dengan Kamboja. Mereka menginginkan perundingan dilaksanakan secara bilateral tanpa ada pihak ketiga.

Natalegawa mengatakan dalam pertemuan tersebut, Kasit membantah hal ini. Dia mengatakan bahwa Indonesia sebagai ketua ASEAN bukanlah pihak ketiga, namun sudah dianggap sebagai satu kesatuan dengan Thailand maupun Kamboja.

"Mereka justru butuh partisipasi ASEAN, karena ASEAN telah dianggap sebagai keluarga besar dan tidak dianggap sebagai pihak ketiga," ujar Natalegawa.

"Bilateral yang dimaksud Thailand bukan berarti mengesampingkan ASEAN," lanjutnya lagi.

Kasit kepada Natalegawa juga menyampaikan komitmen Thailand untuk menyelesaikan masalah dengan Kamboja melalui jalur diplomasi. Kekerasan yang belakangan terjadi, ujar Natalegawa, sangat tidak diharapkan.

"Thailand juga berkomitmen akan melanjutkan upaya untuk menghindari konflik dan melanjutkan gencatan senjata, menormalkan hubungan dengan Kamboja dan situasi militer," ujar Natalegawa. Demikian catatan online anabp86 tentang Anggapan pemerintah Thailand.
READ MORE ~>> Anggapan pemerintah Thailand

Brigadir Avvy Olivia

Bagi sebagian pemirsa televisi, wajah manis dan imut Brigadir Avvy Olivia ini mungkin tak asing lagi. Saban pagi dan sore, wajahnya kerap muncul di layar televisi swasta. Ya, Avvy adalah salah satu dari empat polisi wanita yang sering menyampaikan informasi lalulintas dari National Traffic Management Center (NTMC) Polri.

Sosok Avvy, yang kini berusia 28 tahun, dikenal sebagai wanita yang ramah dan berparas cantik. Tak heran jika menjadi salah satu polisi wanita yang idolakan. Ini terlihat dari banyaknya komentar dan pujian di Facebook, Twitter hingga situs forum.

Kepada media, dia berbagi kisah suka duka menjalani profesi yang didominasi kaum pria ini.

Avvy terpanggil menjadi polisi karena ingin mengabdikan dirinya untuk melayani masyarakat. Kisah berawal pada April 2002 saat dibuka pendaftaran penerimaan polisi wanita dari Polda Metro Jaya. "Saya kemudian mendaftar di Polsek Pasar Rebo, karena memang tinggal di sana. Selama enam bulan di Sekolah Polisi Wanita," katanya.

Berbagai pengalaman telah banyak dialami wanita yang telah memiliki satu orang anak ini. Mulai dari mengatasi pria mabuk di bus hingga dikira bukan sebagai anggota polisi melainkan siswa yang tengah magang.

Saat menghadapi pria mabuk dia sempat takut untuk menindaknya. Kejadian itu berawal saat bertugas di Polres Bandara Soekarno-Hatta. "Ada sopir meminta tolong mengamankan pria mabuk dan membuat onar di busnya. Saya rada takut, tapi ketika saya tegur dia malah tersenyum dan meninggalkan bus," kenangnya sambil tertawa.

Peristiwa lainnnya, ketika bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya. Kebetulan saat itu, Avvy tengah menerima laporan salah satu pasangan suami istri kehilangan mobil.

Usai membuat laporan, korban bertanya ke dirinya. "Mbak ini Polwannya mana?" tanya si pelapor. "Saya pak Polwannya," jawab Avvy. "Oh saya pikir kamu anak SMA yang lagi magang," jawab lagi si pelapor.

Karir pun berlanjut hingga Avvy mendapat pengalaman seru lainnya sebagai presenter informasi lalu lintas. Tidak mudah. Avvy mengaku sering kali kesulitan saat tampil di depan kamera. Berbagai peristiwa lucu pernah dialami. Salah satunya "keseleo lidah" ketika menyampaikan informasi kemacetan.

Avvy mengaku tidak memiliki persiapan khusus untuk tampil. "Paling harus menguasai materi yang dibawakan dan percaya diri. Ke salon tetap, ya minimal sebulan sekali," ungkapnya.

Setelah menjadi presenter popularitasnya menanjak. Wanita yang gemar jalan-jalan ini sering mendapat pujian di Facebook ataupun Twitter miliknya. "Tapi kritikan juga ada," katanya.

Saat ditanya apakah ingin mengikuti jejak Briptu Norman? "Tidaklah, suara dan joget saya tidak selihai dia (Norman)" canda wanita yang pernah menjadi pramugari untuk pesawat Polri ini.

Dia berharap perempuan-perempuan di Indonesia berminat menjadi polisi."Polwan tidak boleh mengandalkan fisik semata, tapi juga harus cerdas," katanya. Demikian catatan online anabp86 tentang Brigadir Avvy Olivia.
READ MORE ~>> Brigadir Avvy Olivia

Mega proyek mass rapid transit

Pemerintah DKI Jakarta tetap memastikan mega proyek mass rapid transit (MRT) yang berbasis rel akan dilaksanakan sesuai dengan jadwal. Dengan transportasi massal ini diharapkan akan lahir waktu baru transportasi menyenangkan dan tanpa stres.

Dalam konsep terbaru MRT Jakarta, kehadiran sarana transportasi ini akan membuat lingkungan tempat tinggal yang berada di sekitarnya menjadi menakjubkan dan lebih indah. Kita bisa bepergian ke mana saja tanpa tergesa-gesa. Dan keberadaannya masih menjadi solusi terbaik dalam mengatasi kemacetan Jakarta.

Keberadaan MRT diharapkan dapat menghindari dari kelumpuhan total yang tidak akan lama lagi terjadi. "Komitmen pemerintah dalam menyediakan sarana transportasi yang terjangkau warga DKI Jakarta" ungkap Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.

Berdasarkan blue print MRT, ada sekitar 13 stasiun yang akan didirikan, dari mulai kawasan Lebakbulus hingga Bundaran Hotel Indonesia. Stasiun Dukuh Atas akan mejadi stasiun penghubungnya yang berintegrasi dengan sarana transportasi yang lain.

Tapi MRT baru dapat dinikmati warga Jakarta pada 2016 mendatang. Berbagai upaya terus dikembangkan untuk membangun MRT. Mulai dari keamanan dan kenyamanan, sampai mempersiapkan bangunan yang tahan gempa untuk sarananya, sampai persoalan banjir, dan tanah lembek. Semuanya dilakukan agar MRT benar-benar terlaksana tanpa kendala pada kemudian hari.

Bagaimana bentuk sarana transportasi massal ini yang mampu mengangkut sekitar 220 ribu penumpang setiap harinya. Setidaknya ada tiga video tentang MRT, yang terbaru adalah video yang pertama. Demikian catatan online anabp86 tentang mega proyek mass rapid transit.
READ MORE ~>> Mega proyek mass rapid transit

Selasa, 26 April 2011

Daftar Isi

Berikut Daftar Isi blog anabp86 selengkapnya:

READ MORE ~>> Daftar Isi