Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Mei 2011

Lingkar Ganja Nusantara

Sekitar seratus orang yang tergabung dalam Lingkar Ganja Nusantara menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Sabtu 7 Mei 2011. Mereka menuntut sosialisasi manfaat ganja kepada masyarakat.

Peserta aksi ini terdiri dari pemakai ganja aktif, pemakai nonaktif, hingga aktivis yang peduli ganja. Mereka berasal dari sejumlah kota di Indonesia, antara lain Jabodetabek, Lombok, Yogya, dan Bandung.

Dalam aksinya, mereka membawa berbagai spanduk yang bernada tuntutan legalisasi ganja. Diantaranya, "Legalisasi Ganja", "Keluarkan Ganja dari Golongan 1", "Ganja Bukan Golongan Berbahaya". Mereka juga membawa gambar-gambar ganja. Namun, aksi itu tidak sampai diwarnai dengan mengonsumsi ganja.

Aksi ini diadakan untuk memperingati Global Marijuana March yang jatuh awal Mei. Global Marijuana March juga diperingati di 255 kota di seluruh dunia. " Arah dari aksi ini sebenarnya tidak untuk melegalisai ganja, kita minta pemerintah untuk menyosialisasikan peran ganja. Misalnya ada yang tahu apa ganja bisa mengobati kanker," kata juru bicara Lingkar Ganja Nasional, Dhira Narayana di Jakarta, Sabtu 7 Mei 2011.

Dhira mengatakan, ganja tidaklah berbahaya sebagaimana anggapan masyarakat selama ini. Ganja, kata dia, juga memiliki sejumlah manfaat yang selama ini belum diketahui oleh masyarakat luas. Menurutnya, ganja sama halnya dengan kopi. "Ganja tidak berbahaya seperti kopi, jika minum kopi tiga gelas sehari juga teler," kata dia.

Menurut dia, Lingkar Ganja Nusantara juga telah melakukan berbagai penelitian terhadap efek ganja bagi manusia. Hasil penelitian itu, menunjukkan ganja tak berbahaya. "Kita juga teliti dari semua pengguna," kata dia.

Terkait aksi ini, Dhira mengatakan telah berkoordinasi dengan aparat keamanan. Dia menjamin aksi ini tak akan mengganggu ketertiban. "Aksi ini bisa dipertanggungjawabkan," kata dia. Demikian catatan online anabp86 tentang Lingkar Ganja Nusantara.
READ MORE ~>> Lingkar Ganja Nusantara

Palang Merah Indonesia

Palang Merah Indonesia (PMI) menggelar operasi katarak gratis bagi masyarakat tak mampu. Aksi bersama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia ini digelar di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Ini untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tidak mampu," ungkap Ketua Umum PMI Jusuf Kalla saat mengunjungi pasien di RSCM, Jakarta, Sabtu 7 April 2011.

Menurut mantan wakil presiden itu, kebutaan karena katarak sesungguhnya bisa diatasi melalui pembedahan. Dia menambahkan yang demikian bisa terwujud jika seluruh masyarakat saling bahu membahu membantu masyarakat kurang mampu.

"Kita semua hendaknya turut serta menanggulangi penyakit katarak," kata JK. Operasi katarak gratis ini merupakan rangkaian menyambut hari PMI sedunia yang ke 148 yang diperingati setiap tanggal 8 Mei. Demikian catatan online anabp86 tentang Palang Merah Indonesia.
READ MORE ~>> Palang Merah Indonesia

Banjir bandang melanda kawasan Garut Selatan

Banjir bandang melanda kawasan Garut Selatan, Jawa Barat. Banjir disebabkan meluapnya air sungai Cipalebuh akibat tingginya curah hujan. Sampai saat ini, setidaknya sembilan orang dilaporkan tewas.

"Laporan sementara yang masuk ada sembilan korban jiwa," kata Kepala Pusat Informasi dan Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho saat berbincang dengan VIVAnews.com, Sabtu 7 Mei 2011.

Namun, dia tidak menyebutkan identitas para korban yang ditemukan tewas tersebut. Menurut dia, masih ada kemungkinan korban lain yang belum ditemukan. "Pencarian masih dilakukan, belum selesai," kata dia.

Sutopo mengatakan, banjir bandang ini terjadi di beberapa kecamatan di Garut Selatan. Kecamatan-kecamatan yang diterjang banjir itu diantaranya adalah Kecamatan Cikelet, Kecamatan Pameungpeuk, dan Kecamatan Cisompet.

Menurut Sutopo, BNPB telah bergerak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut. Bantuan darurat, telah dilakukan. "Kami masih fokus pada evakuasi warga," kata dia.

Sielain menyebabkan korban tewas, kata dia, banjir ini menyebabkan kerusakan sejumlah bangunan. Termasuk perumahan warga. Demikian catatan online anabp86 tentang Banjir bandang melanda kawasan Garut Selatan.
READ MORE ~>> Banjir bandang melanda kawasan Garut Selatan

Gerakan Negara Islam Indonesia

Gerakan Negara Islam Indonesia (NII) bukan hanya merekrut para mahasiswa untuk menjadi pengikutnya. Melainkan, kalangan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

Di antaranya, pelajar SMA yang ada di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat. Tidak sedikit yang melarikan diri karena ajaran yang disampaikan dianggap tidak sesuai. Tapi, ada juga yang kini masih dalam sekapan kelompok NII.

Pelajar Kota Bogor yang berhasil lolos dari kelompok NII adalah Septi Mulyati Siregar, 17, pelajar kelas tiga SMAN 9 Kota Bogor, Jawa Barat. Kata Septi saat ditemui media, awal mula dirinya menjadi pengikut NII ketika bertemu teman lama yang tidak dijumpainya selama tiga tahun.

"Pada awal bertemu, percakapan kami masih biasa. Dia menanyakan, sudah punya pacar belum, ada tidak keluarga yang aparat, pekerjaan orangtua dan bagaimana kehidupan di keluarga. Setelah itu, para pelaku perekrutan bertanya, selesai SMA mau dilanjutkan ke universitas apa. Pokoknya, percakapan kami hanya global,” jelasnya.

Setelah itu, keesokan harinya seorang laki-laki yang diketahui bernama Aldi alias Asep alias Karim itu menawarkan jasa kepadanya. Aldi yang mengaku sebagai mahasiswa Universitas Indonesia jurusan hukum itu menawarkan jasa untuk masuk UI.

"Dia bilang saya bisa masuk UI, jika mau menjadi pengikut NII," ungkapnya.

Pada awalnya, dia sempat menolak. Namun, saking penasaran dan ingin mengetahui ajaran yang dianut oleh temannya itu ia bersedia masuk menjadi pengikut NII pada Januari 2011 lalu.

Setelah tiga minggu resmi menjadi pengikut NII. Dia dibawa ke sebuah mess di Depok, Jawa Barat, yang letaknya berada di belakang Politeknik UI, Depok. “Selama tiga minggu, saya juga dibawa berpindah-pindah mulai dari Bogor, Bekasi,” jelasnya.

Dia mengaku, awal mulanya sangat bahagia karena yakin bisa lolos di UI. Ditambah lagi, ada 20 pelajar Kota Bogor yang juga sudah direkrut dan bersama dirinya tinggal di mess. Dari jumlah ini yang sudah taubat dan berhasil keluar dari NII adalah; Hadawi (pelajar SMAN 6) dan Wini (pelajar salah satu SMKN 1).

“Saya kabur dari NII karena ajaranya menyesatkan," kata Septi.

Selain itu, kata dia, setiap anggota NII dipungut biaya iuran sebesar Rp 2,5 juta, yang akan dipergunakan untuk membangun negara NII. “Ketika saya tanya tentang negara NII itu seperti apa, oleh para pelaku dijawab negara NII seperti Al-Zaytun. Kami juga diberi majalah Al-Zaytun untuk mempelajarinya,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, selama menjadi pengikut NII telah didoktrin dengan ajaran bahwa, manusia belum dikatakan suci apalabila belum hijrah. Hukum di Indonesia juga tidak diakui pejabat NII.

"Dia bilang kepada pelajar yang ada didalam mess, abad 12 nggak ada lagi hukum Indonesia yang berlaku. Yang ada cuma hukum Islam yang diambil dari Alquran. Ada dua kebangkitan yakni, Mekah bagi orang kafir dan Madinah bagi orang suci Islam dan Indonesia tempatnya orang kafir serta NII tempatnya orang muslim yang kafah. Setiap anggota diwajibkan mencari uang demi kejayaan negara NII," papar Septi.

Oleh karena itu, kata dia, ajaran yang disampaikan oleh ajaran NII itu sudah tidak cocok lagi dengan ajaran Islam yang selama ini diajarkan oleh kedua orangtuanya. Akhirnya, pada minggu ketiga keluar dari ajaran NII.

Namun, kata dia, masih ada rekannya dari SMAN 7 yang menjadi pengikut NII. “Katanya, salah satu sudah menjadi pimpinan kobilah atau jabatan
setingkat Lurah untuk wilayah Bogor. Mereka kelihatannya menikmati peran yang diterimanya tersebut,” kata dia. Demikian catatan online anabp86 tentang Gerakan Negara Islam Indonesia.
READ MORE ~>> Gerakan Negara Islam Indonesia

Antasari Azhar

Komisi Pemberantasan Korupsi meminta Antasari Azhar melaporkan dugaan korupsi pengadaan teknologi informasi Komisi Pemilihan Umum, sehingga KPK dapat mengusut dugaan korupsi tersebut.

Namun, pengacara Antasari, Maqdir Ismail menyatakan, kliennya tidak lagi memiliki barang-barang seperti yang dimaksud. Menurutnya, seluruh barang milik kliennya saat bertugas sebagai Ketua KPK, sudah disita oleh polisi.

"Saya tidak tahu apa yang mereka (KPK) minta. Tapi yang pasti kami tidak punya apapun lagi," kata Maqdir saat dihubungi VIVAnews.com, Jumat 6 Mei 2011.

Maqdir menjelaskan, barang-barang milik Antasari yang disita polisi saat terjerat kasus pembunuhan berencana adalah tiga buah kartu Access Card Hotel Grand Mahakam, satu buah kardus Handphone Nokia 6300, satu amplop coklat dari Sigid Haryo Wibisono kepada Antasari Azhar yang berisi satu bendel Hasil Pemeriksaan Asset Eks Pemegang Saham dari BPK, satu bendel Hasil Pemeriksaan Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham (PKPS) dari BPK dan satu surat berjudul The Untouchable: Salim Bersaudara.

Selain itu, ada juga satu amplop coklat dari seorang wartawan kepada Antasari Azhar private and confidential diserahkan via Ibu Ida (Sekretaris) berisi Print Out Email dari Microsoft Outlook Inbox dan Exhibit S-GSM off-air intercept, satu map warna biru berisi copy Surat Nota Kesepahaman antara PT Graha Artha Citra Mandiri dan PT Rajawali Nusantara Indonesia.

Copy Surat Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara Nomor : KEP-/MBU/2007 dan copy Surat PT. Rajawali Nusantara Indonesia Nomor: S-20/RNI.00/VI/2004 tanggal 2 Juni 2005, hal Tanggapan Komisaris Atas Laporan Tahunan Tahun Buku 2004 dan Copy Surat Daftar Riwayat Hidup Nasrudin Zulkarnaen. Serta, satu Hardisk Merk Western Digital, Model WD 800ZD Serial Number WMAM9X647149, yang memiliki kapasitas 80 Gigabyte.

"Semua barang itu diambil dari ruangan Pak Antasari di KPK dan pengadilan sudah memerintahkan barang-barang ini dikembalikan ke KPK melalui Chesna F Anwar," ujarnya. "Bahkan laptop pribadi Pak Antasari hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya, karena sudah disita."

Maqdir menjelaskan, seluruh barang tersebut disita saat kliennya tersandung kasus pembunuhan berencana terhadap Nasrudin Zulkarnaen. Kini Antasari terbukti terlibat dalam kasus itu dan divonis 18 tahun.

Antasari, lanjut Maqdir, tidak pernah membawa pekerjaan di KPK ke rumahnya. "Semua barang milik beliau ditaruh di kantornya dan semuanya sudah disita polisi saat itu," ujarnya.

Menurutnya, kasus dugaan korupsi pengadaan TI KPU untuk Pemilu 2009 sangatlah penting untuk diungkap KPK. "Kasus ini sangat penting, apa benar pemilu kemarin terjadi seperti itu," ujarnya.

Sebelumnya Wakil Ketua KPK, M Jasin, meminta mantan koleganya itu untuk melaporkan dugaan korupsi tersebut. "Kalau Pak Antasari punya data ya silakan dilaporkan. Kalau hanya ngomong saja gampang, semua orang bisa ngomong," kata Jasin.

Menurut dia, jika Antasari benar-benar memiliki data namun tidak menyampaikannya ke KPK, maka itu tidak tepat. Selama ini, kata dia, Antasari belum pernah menyampaikan data tersebut ke pimpinan KPK yang lain. "Belum, jadi di KPK itu sifatnya kolektif kolegial. Kalau dia tidak menyampaikan ke pimpinan lain, itu juga ndak bener," kata dia.

Berdasarkan analisa sementara, tambah Jasin, kasus itu terkait masalah pengadaan IT yang seharusnya diadakan di daerah, akan tetapi justru diselenggarakan di pusat. Sejauh ini, KPK belum menemukan adanya tindak pidana dalam kasus tersebut. "Tidak ada indikasi pidananya. Kalau indikasi pidananya tidak ada, ya cuma wasting time di situ, mau ngapain," kata dia. Demikian catatan online anabp86 tentang Antasari Azhar.
READ MORE ~>> Antasari Azhar

Selasa, 26 April 2011

Daftar Isi

Berikut Daftar Isi blog anabp86 selengkapnya:

READ MORE ~>> Daftar Isi